Skip to main content

Posts

Showing posts from 2015

Festival Seroja

Apa yang ada dalam fikiran anda saat menyaksikan Seratus ribuan telur ayam rebus diarak keliling kota?, luar biasa pastinya. Dan keunikan ini hanya ada di Pangkalpinang Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.


Arak-arakan telur ayam rebus yang dipadukan dengan penampilan tradisi dan budaya khas melayu ini dikenal dengan festival seroja. Tidak hanya telur para peserta juga berlomba mengemas semenarik dan sekreatif mungkin iring-iringan yang ada, agar dapat Menarik perhatian Dewan Juri dari Festival ini.

Kegiatan tahunan ini juga kian menjadi ikon pariwisata kota pangkalpinang, setelah pada tahun lalu juga berhasil digelar, namun dengan jumlah telur yang puluhan ribu lebih sedikit. Festival seroja tahun ini diikuti oleh kurang lebih 135 peserta, terdiri dari delegasi seluruh jenjang pendidikan yang ada di kota pangkalpinang, komunitas, hingga kelompok masyarakat lainnya. 

Telur menjadi simbol penting yang identik dengan festival seroja ini, dibungkus dalam sebuah tempat yang beraneka bentuk dan…

Pulau-pulau Seksi Di Belitung

Jalan-jalan ke pantai Tanjung Kelayang Belitung tidak lengkap rasanya jika tidak mendatangi pulau-pulau disekitarnya, cukup menyewa perahu nelayan berukuran sedang, kita sudah bisa menikmati keindahan wisata bahari di pantai ini dari pagi hingga sore hari. Harga sewa kapal kisaran 400 sampai dengan 500 ribuan belum termasuk paket pelampung plus alat snorkling, yang biasa disewakan dengan harga 40 ribu Rupiah. Pulau mana saja yang wajib dikunjungi, ini beberapa diantaranya:
Pulau Lengkuas Bersnorkling adalah alternatif buat kamu yang datang ke pulau lengkuas tapi tidak sempat menaiki menara suar-nya. Melihat pemandangan pulau  dari atas menara tertinggi di tanah belitung ini memang menarik,  sayang, kedatangan saya oktober lalu bertepatan dengan jadwal pemeliharaan menarasuar sehingga tidak diijinkan penjaga menara untuk naik.   Tapi melilhat keindahan bawah laut dan bermain bersama dengan ikan kecil yang dikenal masyarakat sekitar dengan ikan kitang-kitang, cukup membayar rasa penasaran…

Fakta Tentang Pulau Seliu

TERKENAL SEBAGAI PULAU PENGHASIL KOPRA (DULU) Dijaman orde baru Pulau ini menjadi satu-satunya pulau terpencil di wilayah Bangka Belitung (saat itu Sumsel Babel) yang dikunjungi oleh menteri koperasi orde baru, mengingat pulau ini terkenal sebagai pulau penghasil kopra terbesar. ini terbukti dengan banyaknya pohon kelapa yang tersebar di Pulau seliu.

Surga Ikan Asin Di Tanjung Binga

Kampung nelayan di DesaTanjung Binga menjadi salah satu sentra produksiikan asin yang ada di Kabupaten Belitung, mayoritas warganya yang berprofesi sebagai nelayan membuat sebagian besarnya juga menggantungkan hidup pada hasil tangkapan laut. 

Disinilah ikan jenis leisi dan lampas biasa digunakan sebagai bahan baku dari ikan kering atau ikan asin. Aktifitas pembuatan ikan dimulai sejak pagi hari, para nelayan yang sejak dua hari melaut, pulang untuk mengolah hasil tangkapan mereka. Sepanjang pesisir pantai desa ini tertutupi oleh tempat penjemuran ikan. Sejauh mata memandang sejauh itu juga tempat penjemuran ikan ini terbentang.
Ikan leisi atau lampas yang berhasil ditangkap akan langsung dicuci dan ditaburi garam lalu kemudian dikeringkan dengan cara dijemur selama dua hari. Tidak hanya diasinkan ikan-ikan ini juga ada yang diolah dengan cara langsung direbus lalu dikeringkan tanpa proses penggaraman terlebih dulu. Proses perebusan biasanya membuat ikan ini tahan lebih lama.

Ikan asin y…

Pulau Seliu

Jarak pulau ini hanya 20 sampai dengan 30 menit dari pelabuhan Teluk Gembira Kecamatan Membalong Belitung, dan satu sampai dua jam perjalanan jika ditempuh dari bandara Hanandjoeddin Tanjungpandan. Untuk sampai ke pulau kita harus menggunakan kapal ukuran sedang yang biasa digunakan oleh masyarakat Pulau Seliu sebagai sarana transportasi penyebrangan.
Cukup membayar 10.000 Rupiah perorang dan 10.000 lainnya jika anda menaikan kendaraan seperti motor keatas kapal. Jangan tanyakan berapa upah menaikan mobil ke kapal ini, karena selain ukuran kapalnya yang kecil,  masyarakat Pulau Seliu hanya menggunakan motor sebagai alat transportasi didalam pulau, sebagian ada juga yang menggunakan sepedah dan berjalan kaki.
Luas pulau ini mencapai 1.530 hektar dengan banyak penduduk 1.140 jiwa dan 367 kepala keluarga, sebagian besar masyarakat pulau ini berprofesi sebagai nelayan bahkan mencapai 90% dari jumlah penduduknya, sebagian kecil lainnya adalah pekebun atau petani dan pedagang, tidak heran jik…