Skip to main content

Posts

Showing posts from October, 2015

Fakta Tentang Pulau Seliu

TERKENAL SEBAGAI PULAU PENGHASIL KOPRA (DULU) Dijaman orde baru Pulau ini menjadi satu-satunya pulau terpencil di wilayah Bangka Belitung (saat itu Sumsel Babel) yang dikunjungi oleh menteri koperasi orde baru, mengingat pulau ini terkenal sebagai pulau penghasil kopra terbesar. ini terbukti dengan banyaknya pohon kelapa yang tersebar di Pulau seliu.

Surga Ikan Asin Di Tanjung Binga

Kampung nelayan di DesaTanjung Binga menjadi salah satu sentra produksiikan asin yang ada di Kabupaten Belitung, mayoritas warganya yang berprofesi sebagai nelayan membuat sebagian besarnya juga menggantungkan hidup pada hasil tangkapan laut. 

Disinilah ikan jenis leisi dan lampas biasa digunakan sebagai bahan baku dari ikan kering atau ikan asin. Aktifitas pembuatan ikan dimulai sejak pagi hari, para nelayan yang sejak dua hari melaut, pulang untuk mengolah hasil tangkapan mereka. Sepanjang pesisir pantai desa ini tertutupi oleh tempat penjemuran ikan. Sejauh mata memandang sejauh itu juga tempat penjemuran ikan ini terbentang.
Ikan leisi atau lampas yang berhasil ditangkap akan langsung dicuci dan ditaburi garam lalu kemudian dikeringkan dengan cara dijemur selama dua hari. Tidak hanya diasinkan ikan-ikan ini juga ada yang diolah dengan cara langsung direbus lalu dikeringkan tanpa proses penggaraman terlebih dulu. Proses perebusan biasanya membuat ikan ini tahan lebih lama.

Ikan asin y…

Pulau Seliu

Jarak pulau ini hanya 20 sampai dengan 30 menit dari pelabuhan Teluk Gembira Kecamatan Membalong Belitung, dan satu sampai dua jam perjalanan jika ditempuh dari bandara Hanandjoeddin Tanjungpandan. Untuk sampai ke pulau kita harus menggunakan kapal ukuran sedang yang biasa digunakan oleh masyarakat Pulau Seliu sebagai sarana transportasi penyebrangan.
Cukup membayar 10.000 Rupiah perorang dan 10.000 lainnya jika anda menaikan kendaraan seperti motor keatas kapal. Jangan tanyakan berapa upah menaikan mobil ke kapal ini, karena selain ukuran kapalnya yang kecil,  masyarakat Pulau Seliu hanya menggunakan motor sebagai alat transportasi didalam pulau, sebagian ada juga yang menggunakan sepedah dan berjalan kaki.
Luas pulau ini mencapai 1.530 hektar dengan banyak penduduk 1.140 jiwa dan 367 kepala keluarga, sebagian besar masyarakat pulau ini berprofesi sebagai nelayan bahkan mencapai 90% dari jumlah penduduknya, sebagian kecil lainnya adalah pekebun atau petani dan pedagang, tidak heran jik…