Skip to main content

LEBARAN LIBURAN (Bag-1)

Awalnya pengen banget lebaran di Sukabumi, biar nggak serame diBangka tapi ada saja moment yang bisa bikin inget masa kecil dulu. Mengenang sesuatu tentang perjalanan hidup kita dari kecil hingga dewasa di Kampung halaman, memang sangat menyenangkan, perasaan "senang" ini tentu berbeda dari semua jenis senang didunia. Dia spesifik dan hanya muncul saat kita berada langsung ditempat yang memberi kita kesan dan kenangan.
Berbicara tentang kenangan ini adalah kenangan tentang perjalanan kami sekeluarga menaklukan pulau bangka dalam mengunjungi destinasi wisatanya, meski-pun tidak seluruhnya berhasil kami jelajahi.

Lebaran Di Pangkalpinang 

Persiapan Shalat Iedul Fitri Di Alun-alun Taman Merdeka Kota Pangkalpinang
 Rasa penasaran mamah dan ketiga adik saya akan ramainya tradisi lebaran diPulau Bangka adalah alasannya.Dan lebaran tahun 2016 pun kami rayakan bersama di Pangkalpinang. Niat untuk mudik kekampung halaman di Desa Pasir Ipis, daerah Pelosok yang sejuk nan Menawan, pupus. lagian ngapain juga lebaran disana kalau keluarga yang dituju pada lebaran disini semuahhh.
Ada yang berbeda dari lebaran ditanah bangka, tradisi silaturahim dari rumah kerumah adalah pembedanya. dari meriahnya lebaran diKota-kota besar yang saya pernah singgahi. mungkin Bangka yang memiliki tradisi saling singgah menyinggahi rumah hingga lebaran hari ke Tujuh, bahkan lebih.
Saat Berkunjung Kerumah Pak Ngah
Disukabumi berlebaran adalah shalat iedul Fitri dan bersalaman dengan keluarga atau sebagian tetangga, lalu ziarah kubur. setelah itu suasana-nya akan kembali seperti semula. ada juga sih aktifitas saling bertamu tapi tidak berburu kuliner.
Tahun pertama saya tinggal di Pangkalpinang sempat kaget sekaligus senang dengan moment lebaran disini. satu hal yang paling saya camkan hingga sekarang, yaitu, jangan pernah kenyangkan perut diRumah pertama yang anda kunjungi. karena dapat dipastikan anda hanya akan menjadi penonton dari hidangan-hidangan lezat yang disajikan tuan rumah diRumah-rumah selanjutnya.
kuliner khas bangka juga menjadi pembeda lainnya, jika ketupat menjadi panganan identik disebagian besar pulau jawa, di Bangka khususnya Pangkalpinang kita Mudah menemukan banyak kuliner khas sumatera dan berbahan baku ikan. empe-empe, otak-otak, tekwan, bakso, lakso, kwetiau. silahkan tambahin kalau belum ada yang disebutin.
kapan-kapan cerita khusus tentang makanan-makanan itu ah diBlogg ini. cukup untuk cerita lebaran di Pangkalpinang.

Mengunjungi Putri di Pulaunya


Yup ini di Kabupaten Bangka, Tepatnya di Belinyu. Saat itu sudah lebih dari setahun tidak berkunjung kepulau Putri. Pertama kali berkunjung kesana adalah untuk keperluan syuting ditemani dengan Komunitas Pencinta Alam Belinyu. Kunjungan kedua dan ketiganya masih dengan urusan yang sama yaitu syuting. 

Kunjungan kali ini saya putuskan tetap bertemu dengan pentolan Kompala Belinyu, Bang Ari, sekalian silaturahim dan ijin singgah di Markas Kompala yang ada dipulau putri. Banyak kenangan yang kami lalui bersama Kompala Belinyu, salah satunya menginap dipulau ini. Untuk mengeksplorasi dan mengekspose pulau ini di Negeri Indonesia.

Saat berkunjung bersama keluarga sudah Banyak yang berubah dari Pulau Ini. Viralnya media sosial membuat pulau ini ramai menjadi tujuan pelancong. Ini Perubahan Positif jika pulau ini lebih dikenal, tidak sedikit dari ojek kapal yang meraih keuntungan dari jasa mengantar penumpang menuju pulau putri, tapi ada saja dampak lainnya yang mengkuti, kerusakan terumbu adalah yang paling parah, mungkin terinjak.

 

Batu Bedinding

Batu bedinding adalah tujuan kami selanjutnya, jujur ini adalah lancongan pertama saya mengunjungi batu bedinding, ada sejenis vila yang menghadap langsung kepantai, kita harus sedikit menuruni bukit untuk sampai dibatu granit yang besar berwarna hitam dan terkenal dengan batu bedinding.

Daya tarik dari kawasan wisata ini adalah batu granit raksasanya, tidak sedikit pengunjung menjadikannya sebagai latar untuk berselfie dan  berfoto grup dengan berbagai gaya.  sisanya kami disuguhkan dengan pemandangan pantai yang tengah dikeruk oleh kapal isap. sayang.

Puri Tri Agung

Puri tri agung, adalah tujuan kami selanjutnya di edisi menaklukkan pulau bangka bagian utara. ini bukan untuk pertama kalinya bagi saya tapi mungkin tidak untuk mamah, Mila, Riana, dan Novi. Kalau bukan yang pertama bagi mereka paling kali kedua-nya. hahaha, nggak salah dan nggak ada masalah.
Mereka sibuk berfoto untuk koleksi instagram dan aneka medsos lainnya. aneka pose selalu mereka siapkan. "ini untuk stok eksis" katanya. hahahaha, nggak usah berpanjang lebar menjelaskan tentang vihara yang letaknya dekat pantai tikus ini anda bisa baca di tulisan saya yang ini.
 

Comments

Popular posts from this blog

PULAU CELAGEN

THE KOLONG

Sebenernya ini bukan tempat wisata tapi entah kenapa media sosial berhasil menyulap lahan pasca tambang ini menjadi menarik dan mengundang penasaran banyak orang.
Orang Bangka manggilnya kolong, atau gubangan besar bekas aktifitas penambangan, belum tahu jenis tambang legal atau sebaliknya, lagian legal atau tidak legal disini sudah jadi hal yang biasa didengar..
Setau saya kawasan pasca tambang ini tergolong lahan kritis, atau lahan yang tidak produktif untuk ditanami jenis tanaman perkebunan, pertanian dan holtikultura. Akhir-akhir ini tidak jarang banyak orang pintar yang mencoba mngubah lahan pasca tambang  menjadi lahan subur dan produktif. Memang bukan keniscayaan, toh ada lahan pasca tambang yang sekarang menjadi kawasan agrowisata dipangkalpinang, terintegrasi dan menjadi subur. intinya-mah bisa kalau ada kemauan.
Letaknya di Desa Air Bara Kecamatan Air Gegas Kabupaten Bangka Selatan, banyak orang mengenalnya dengan sebutan air bara atau aik barre ada juga yang bilang air biru,…

EKSOTIKA PONGOK

Ini untuk kedua kalinya saya berkunjung menuju kecamatan kepulauan Pongok kabupaten Bangka selatan. Setelah pada Februari 2016 lalu saya juga sempat berkunjung ke kecamatan yang sama untuk melihat proses pembuatan ikan kering disentra ikan asin Desa Celagen.

Selain Desa Celagen kecamatan kepulauan Pongok memang memiliki satu Desa lainnya yaitu Desa Pongok, dari hampir 4000 jiwa warga Pongok 90 persennya berprofesi sebagai nelayan. Hasil laut memang menjadi kekayaan andalan dari Desa ini, tidak jauh berbeda dengan Desa Celagen. Jika kedatangan pertama saya ke kecamatan ini untuk mencari tahu potensi hasil lautnya, kali ini saya berniat untuk melihat potensi wisata bahari dan keindahan bawah laut dari Desa Pongok. Rasa penasaran akan keindahan kecamatan ini memang menjadi daya tarik yang saya simpan sejak kunjungan pertama ke Pulau ini, dan syukur Alhamdulillah bisa kesampaian. 

Di temani oleh kawan-kawan dari dinas kelautan dan perikanan Kabupaten Bangka selatan, perjalanan mengeksplorasi…