Thursday, 23 February 2017

LEBARAN LIBURAN (Bag 2)

Lebaran Liburan Hari kedua, ini masih tentang kita yang berkeliling pulau Bangka untuk berwisata. Setelah proses persiapan dan istirahat melapas lelah dari Kabupaten Bangka  dihari sebelumnya, saatnya kita Menaklukkan pulau Bangka Bagian lainnya.
Dan kita pilih daerah Bangka yang paling jauh dari pangkalpinang, yaitu MUNTOK di Bangka Barat.



kecamatan yang satu ini memang dikenal sebagai kota pusaka. Kota dengan Jejak Lintas Sejarahnya yang sampai saat ini bisa kita Nikmati. ke MENTOK (biar adil ada yang Pakai E ada yang Pakai U) kita mengunjungi bukit menumbing. Tempat dulu para pahlawan proklamasi diasingkan.

Pesanggrahan Menumbing



Berangkat sejak pukul enam rombongan kita pun sampai di kaki bukit menumbing hampir pukul sepuluh pagi.
setelah tujuh menit menunggu,  giliran kami pun tiba untuk menaiki puncak bukit menumbing. Jalan menuju menumbing memang sengaja dibuat satu jalur, jika banyak kendaraan yang turun dari bukit, kendaraan lainnya yang hendak naik harus menunggu. Bukan hanya jalannya yang sempit tapi juga ada beberapa jalan yang cukup terjal dan berkelok tajam.
Dengan ketinggian 445 meter diatas permukaan laut perlu 15 menit saja untuk dapat sampai kepuncak bukit.Pesanggerahan ini berjarak sekitar dua belas kilometer dari pusat kota MUNTOK.

Didalam bangunan pesanggerahan ini kita dapat melihat mobil Ford tua yang pada masa kemerdekaan digunakan oleh bung karno, tidak hanya itu pesanggerahan menumbing juga dilengkapi dengan ruang kerja, ruang rapat dan kamar tidur dari presiden sukarno serta pemimpin republik lainnya seperti bung hatta. Pesanggerahan ini juga dibangun dengan atapnya yang datar, di puncak atap ini juga pada masa perjuangan dulu kerap difungsikan sebagai menara pandang.




Menara Tanjung Kalian

turun dari Bukit Menumbing kita beristirahat sejenak di bawah menara suar tanjung kalian sambil menyantap otak-otak. Setelah kenyang kini kita lanjutkan kembali menaklukkan menara suar. Mamah sudah nyerah sebelum bertanding, hanya saya, mila, dan riana yang memutuskan untuk naik.



Bangunan yang satu ini menjadi ikon dari kabupaten bangka barat, letaknya bersebelahan dengan pelabuhan MENTOK yang menghubungkan Bangka dan Palembang.
Dibangun pada tahun 1862 oleh Belanda dan diarsiteki oleh seseorang berkebangsaan inggris, menara ini masih berfungsi dengan baik. Berdiameter 13 meter dan tinggi 56 meter, menara ini juga dilengkapi dengan jumlah anak tangga sebanyak 199 buah anak tangga. 
jika dimalam hari daya pancar cahayanya sejauh 25 mil dan sejak ratusan tahun lalu tanpa henti befungsi sebagai mercusuar yang memandu kapal lalu lintas laut diselat bangka.

lantai pertama sampai enam masih tahan. Sisanya kita bertiga mulai merasakan pegal dan ngos-ngosan. Sampai dipuncak rasa lelah menaiki menara-pun terbayar dengan keindahan pemandangan yang dapat saya lihat disini, dari atas ini juga terlihat bangkai kapal van der parra yang karam dan ditarik menuju pesisir Pantai keberadaan bangkai kapal ini menjadi monumen penting dalam mengenang tenggelamnya kapal sekutu  milik australia akibat ditembaki pesawat jepang pada perang dunia ke dua.
 

No comments:

Post a Comment