Wednesday, 15 February 2017

WISATA RELIGI NEGERI PELANGI

Bangka Belitung dikenal dengan masyarakatnya yang heterogen, latar belakang budaya, adat hingga keyakinan menjadi corak yang menambah keindahan dari provinsi berjuluk negeri laskar pelangi ini. Tidak Heran banyak yang bilang jika Propinsi penghasil timah ini dikenal dengan miniaturnya Indonesia karena keragamannya.
Perjalanan saya kali ini adalah mengunjungi tempat wisata rohani yang menjadi icon dari negeri serumpun sebalai, mana saja destinasi wisata religi di Pulau Bangka yang bisa kamu kunjungi ?, karena kita memulai perjalanan dari Bangka Bagian Utara tepatnya Di Belinyu Kabupaten Bangka, maka destinasi pertama adalah;


Gua Maria Pelindung Segala Bangsa



Dari pangkalpinang jaraknya 88 kilometer atau dua jam lama  perjalanan.  Masuk dari gereja katolik Belinyu Awalnya sempat bingung dimana sebenarnya letak gua maria yang katanya berada diatas bukit, setelah bertanya akhirnya sampai juga di Gua Maria.
Pemberhentian Ke 12 yang menggambarkan puncak dari bukit Golgota
Yang menarik dari gua maria adalah keberadaan jalan salib dengan 14 pemberhentiannya. Setiap pemberhentian menggambarkan sejarah penyaliban yesus kristus hingga wafat. Jalannya berkelok menyusuri puncak bukit, dipuncak ada pemberhentian ke 12 yang menurut mbak Lilis (pemandu kami saat itu) merupakan gambaran dari peristiwa wafatnya yesus ditiang salib, tepat dipuncak bukit Golgota. Keberadaan jalan salib yang berkelok ini ada di bukit Mo Thian Liang, yang artinya bukit menggapai langit. Lumayan menguras stamina juga menyusuri bukit ini.
Kalau kamu baru pertama kali datang ke Gua Maria, pasti dibikin takjub dengan kesejukan lingkungannya, belum lagi sautan burung hutan yang menjadi penghuni alami dari rindangnya pepohonan yang ada di sini.  efek suara air semakin menambah keasrian Gua Maria.


Puri Tri Agung


Sepulangnya dari Gua Maria Belinyu saya berkunjug ke destinasi wisata religi selanjutnya di Kabupaten Bangka, yaitu Padepokan Puri Tri Agung. Jika anda pecinta keindahan, ini adalah destinasi wisata religi yang wajib dikunjungi. Tidak hanya megah puri ini juga menyuguhkan pemandangan pantai tikus yang sangat indah. Tidak perlu aneh dengan nama pantai tikus, tidak perlu juga mengaitkan keberadaan tikus dengan pantai ini, karena anda tidak akan menemukan tikus disana. Lalu kenapa bisa dinamakan pantai tikus?, ini teka-teki yang juga belum bisa saya pecahkan.

 
Jaraknya tidak jauh dari pusat kota sungailiat, kalau dari pangkalpinang dan mengambil jalur lintas timur kita akan menyusuri jalan bebas hambatan untuk sampai ke Padepokan Puri Tri Agung ini, namun tetap harus hati-hati karena dibeberapa titik ada saja kondisi jalan yang berlubang dan rusak.
Kita bisa melewati gerbang anak tangga, kalau ingin merasakan langsung sensasi mendaki menuju Puri ini, letak puri ini memang berada dikawasan perbukitan jadi lelah sedikit tidak apa lahhh, yang penting kita bisa eksis berfoto ria dan mendapatkan pemandangan eksterior indah dari bangunan Puri, sesampainya dihalaman padepokan.
Dari halaman-nya-lah sensasi kemegahan puri ini semakin kental terasa, sulit rasanya menahan diri untuk tidak narsis dan ber-selfie saat berada dihalaman padepokan. Kita seolah berada di Korea Atau Cina jika berfoto dengan latar exterior dari padepokan ini, yah seenggaknya itu yang saya rasakan.

 
Baru tahu Kenapa dinamakan puri tri agung, sempat wawancara dan bertanya-tanya dengan juru pelihara dari puri ini, dapat disimpulkan jika makna lain dari Puri Tri Agung adalah karena keberadaan dari tiga patung guru agung yang terdapat dilantai dasar dari puri ini. Ketiga Guru besar atau guru agung ini mengajarkan ajaran kebaikan bagi tiga umat diantaranya umat budha, kongfutzu dan lautze. Puri ini juga terdiri dari tiga lantai,  saya cukup penasaran untuk tahu setiap lantainya. Dilantai dua menurut penjaga biasa digunakan sebagai tempat semedi tidak jauh berbeda dilantai tiga, tapi dilantai tiga kita lebih disuguhkan pemandagan pantai yang ruarrrrr biasa. Silahkan datangi jika tidak percaya


Masjid Jamik Kota Pangkalpinang


Dari kabupaten bangka kita jalan-jalan ke ibukota Propinsi Bangka Belitung, Pangkalpinang. Ikon toleransi dan keragaman di negeri serumpun sebalai yang ada di kota berjuluk pangkal kemenangan ini adalah Masjid Jamik Kota Pangkalpinang. Masjid yang tidak pernah sepi dari kegiatan ibadah umat islam ini telah lama dibangun.
Sejarah pembangunannya saja bahkan menjadi saksi dari beberapa peristiwa sejarah lainnya yang pernah terjadi di Bangka belitung. Contohnya pada masa kemerdekaan, menurut pengurus masjid, pada saat pengasingan proklamator bung Karno dan wakil Presiden Indonesia RI Mohammad Hatta  oleh Belanda, pembangunan masjid jamik ini tengah berlangsung. Bung Hatta bahkan menyumbang Rp.1000 untuk pembangunan masjid jamik ini, seribu Rupiah pada saat itu mungkin setara dengan seratus juta, atau..?? yah bisa dihitung sendiri.
 Sejak dibangun pada 1355 Hijriyah atau 1936 Masehi, yang membuat saya takjub adalah semangat kebersamaan dan gotongroyong masyarakat Bangka Belitung untuk membangun serta merenopasi masjid jamik, saat itu banyak masyarakat islam dari berbagai wilayah secara swadaya datang bergantian untuk membantu menyumbang proses pembangunan masjid jamik ini. Menurut pengurus masjid mereka berdatangan dari berbagai kabupaten.

 
Sampai dengan sekarang Masjik Jamik menjadi pusat kegiatan keagamaan bagi ummat islam, seperti penyelenggaraan ibadah wajib sholat lima waktu dan ibadah shalat pada hari-hari besar keagamaan seperti Idul Fitri atau Idul Adha. Di lantai satu dari masjid jamik juga digunakan sebagai pusat pembelajaran dan aktifitas mendalami agama bagi majlis taklim muslimah dan taman pendidikan alquran bagi anak-anak.
Dilengkapi dengan empat menara disetiap penjuru masjid, disain eksterior dari masjid ini bagitu megah. Balutan warna hijau yang mendominasi pada bangunan ini menjadi symbol tersendiri. Bagi saya warna ini menggambarkan kesejukan dan ketenangan.. sudah sunnatullah, saat mendekatkan diri pada sang pencipta diMasjid batin menjadi tenang, setenang-tenangnya.. Alhamdulillah..


Kelenteng Dewi Kwan Im

 

Sejak datang ke provinsi bangka Belitung tahun 2011 lalu saya baru tahu ternyata di derah air itam kota pangkalpinang terdapat kelenteng dewi kwan im. Sesuai dengan namanya terdapat patung dewi kwan im yang besar dan tinggi tepat didepan dari klenteng ini.
Sebenarnya di padepokan puri tri agung juga terdapat patung dewi kuan im, tapi dengan tinggi dan ukuran yang berbeda, jika dilihat sepertinya diklenteng ini ukurannya lebih besar dibanding dipadepokan.
Kalau dari jalan protocol Pangkalpinang-Sampur, Letak Kelenteng ini berada tepat dipinggir jalan, lokasinya agak masuk kedalam ya kira-kira kurang dari 50 meter melewati sedikit turunan. Karena posisinya yang  agak tersembunyi dan masuk kedalam. Saya sempat bingung dan bertanya kependuduk sekitar untuk mengetahui letak dari klenteng ini. Intinya bertanya...

 

Masih soal patung Dewi Kwan Im, disebelan kiri dan kanan dari patung ini terdapat dua patung lainnya, yang diyakini sebagai penjaga atau pengawal dari dewi kwan in. salah satunya adalah patung Nacha. Dengan senjata andalannya gelang sakti. Jika anda penggemar serial kungfu Kera Sakti pasti tahu siapa Nacha. Jadi inget masa kecil..
Selain untuk sembahyang kelenteng ini juga dilengkapi dengan ruang pengobatan. Di kelenteng ini memang terdapat tabib yang melayani pengobatan bagi masyarakat sekitar. Sayang waktu berkunjung ke kelenteng ini saya hanya bertemu dengan juru pelihara dari kelenteng ini.

Kelenteng Dewi Laut 

Klenteng ini mungkin satu-satu kelenteng di Pangkalpinang yang halamannya berhadapan langsung dengan pantai, Tepatnya pantai sampur. Nuansa merah layaknya bangunan klenteng kebanyakan, menambah keindahan dari tempat peribadatan keturunan tionghoa ini. 
Meski didepan pantai, kita memang sedikit disuguhkan keindahannya. Kenapa sedikit, karena keindahan pantai sampur ini seolah terjamah oleh maraknya penambangan laut yang membuat airnya terlihat keruh. 


Memandang laut memang biasa, tapi melihatnya dari kelenteng itu agak berbeda. Ada perasaan tersendiri saat menatapnya dari kelenteng dewi laut, terlebih saat anda berdiri dibangunan mirip pagoda ini. Indah dan menyejukkan.

No comments:

Post a Comment