Skip to main content

Air Terjun Bukit Pading (Mission Accomplished)


DezavuπŸ˜πŸ˜―πŸ˜’πŸ˜ngankat kuda

Gagal enjoy dikunjungan yang pertama, bikin saya nggak mau nyerah buat  naklukin  Bukit Pading. Kali ini persiapan kami boleh dibilang lumayan sempurna. Dua Minggu sebelum syuting saya sudah kordinasi dengan kepala desa lubuk Pabrik dan Kepala Dusun C2. Nyaleps disusun C2 pada Kunjungan sebelumnya jelas jadi pelajaran buat saya. Dan kali ini harus berbeda. Goal -nya sudah pasti; syuting lancar, eksplorasi air terjun bukit pading nya tercapai, dan yang paling penting adalah  menikmati pengalaman disetiap momen yang kita jalani disana.
Dari Pangkalpinang kami berangkat pukul 05.00 subuh, selain saya dan Adul, ada juga Dwi, Echa dan juga Reza. Dua nama terakhir adalah orang baru di Program wisata Negeri Indonesia atau Pelangi. Syuting episode kali ini kita memang sengaja menggunakan dua host untuk memandu acara kami, kesan travelingnya biar dapet aja..

Perlu dua hingga tiga jam lama perjalanan untuk sampai ke desa lubuk Pabrik, ditambah sekitar 30 menit  untuk sampai ke kaki bukit pading. Kepala dusun dan beberapa warga telah siap menunggu kami. Kali ini mereka akan mengantarkan kami menuju air terjun dengan menggunakan motor. Terimakasih Kadus C2 beserta Warganya telah mau berpartisipasi dalam proses syuting kami dengan sukarela. Perjalanan dari Pangkalpinang menuju Bangka tengah berjalan lancar. Tiba di desa Lubuk Pabrik juga tidak ada kendala, jalan disusun C2 sedikit memberikan kami tantangan. Cuaca hujan membuat Medan jalan sangat becek, belum lagi ada pembangunan jembatan yang membuat kami terpaksa harus menggunakan jalan sementara yang telah disiapkan, dan jalan itu sangat becek, pemirsahhhhh!!!!

Dwi sebagai driver, cukup lihai menaklukan setiap medan berlumpur yang tersaji disepanjang jalan dusun C2. Maklum ini bukan untuk pertama kalinya Dwi datang ke dusun ini. Secara umum, tidak ada yang berubah dan masih sama dengan perjalanan kami yang pertama, hanya beceknya saja yang menjadi pembeda. Dengan persiapan yang ada kejadian mobil nyalep (mobil terjebak dilumpur) dapat dipastikan tidak akan terulang kembali. Diperjalanan Sesekali saya dan Adul mengenang peristiwa nyalep yang terjadi pada Kunjungan kita saat pertama, sambil diselingi tawa dari teman-teman, saya akhirnya sadar jika pengalaman ke Dusun C2 waktu itu memang kaya nuansa; seperti komedi, inspirasi, sarat motivasi hingga thriller. Harapan agar kami tidak kembali mengulangi peristiwa nyalep sangat tinggi. Walaupun kita harus kembali merasakannya.

Dan kita Nyaleps lagi.. biar dramatis saya ulang lagi yaahh "Dan kita Nyaleps lagihhhh...πŸ˜–πŸ˜žπŸ˜ŸπŸ˜©!!!" Ini seperti DEZAVU. Posisi nyalep kami kali ini berada jauh sebelum air terjun Bukit Pading. Tepatnya dijalan utama Dusun C2. medan jalan yang licin dan becek membuat kami harus kembali terjerumus dikubangan lumpur. Alasannya adalah Kami terlalu mengarahkan mobil kebagian kiri, tepat dimana posisi parit  berada. Parit yang saat itu dipenuhi oleh sedimen tanah tidak mampu menahan laju mobil hingga akhirnya kami terjebak.


Kondisi Kuda terjebak dilumpur, Nyaleps Jilid IIπŸ˜πŸ˜€πŸ˜
Sepuluh menit sudah kami berusaha keluar dari keterjebakan yang menyesakkan inihhh. Saya, Adul dan Reza berusaha mendorong mobil, tapi mobil malah semakin tenggelam Dilumpur. Solusinya adalah ditarik, ya... Satu-satunya cara agar mobil kuda kami dapat keluar adalah ditarik dengan mobil lain.

Dan kami masih menunggu bantuan. Beberapa warga ada yang berhenti dan melihat kondisi mobil kami, mereka juga menyarankan agar mencari bala bantuan supaya mobil bisa ditarik. Akhirnya kami memutuskan untuk bertemu dengan kepala dusun, kebetulan ada warga yang meminjamkan motor, Adul dan Dwi langsung mencari kepala dusun dan meminta bantuan.

Tidak lama kemudian pak Kadus dan beberapa warga datang, tapi mereka tidak membawa mobil atau kendaraan roda empat lainnya yang dapat menarik mobil kuda kami dari jebakan lumpur. "Kayaknya bakal lama nih nangkring disiniπŸ˜žπŸ˜ŸπŸ˜”πŸ˜“" gumam saya, padahal kita masih harus mengejar beberapa segmen dihari pertama ini. Tapi diluar dugaan pak Kadus dan rekan-rekannya nekat mengangkat mobil. Sekali lagi saya bilang mereka NGANGKAT mobil kuda!!!!! Ajib dahhh!!! Momen langka ini tidak lupa saya abadikan, sementara Dwi, Adul dan Reza sibuk bergotong royong saya masih asik dengan mengabadikan momen mereka, hahahahaπŸ˜„πŸ˜πŸ˜€ alangkah durhaka-nya sayahhhhh dengan pak Kadus. Semangat belasan warga dusun C2 membuat mobil kami berhasil keluar dari jebakan lumpur, langkah yang sungguh diluar dugaan, mereka mengaku mobil operasional kami memang berat, tapi ada yang membuat mobil ini lebih berat. Yaitu keberadaan Tuan Putri Echa Septiarini  yang sedari awal duduk manis didalam Mobil. πŸ˜πŸ˜€πŸ˜ƒπŸ˜„πŸ˜…, Bayangkan bahkan saat Adul, Reza, Dwi dan warga dusun mengangkat mobil, Echa -yang entah sedang ngapain- enjoy terdiam dijok mobil bagian depan!!! Sungguh sesuatu...

Lepas dari jebakan lumpur kami melanjutkan perjalanan menuju Air terjun bukit pading. Adul dan Dwi masih tidak percaya jika warga dusun ini mengangkat mobil  operasional kami, saya-pun masih takjub dengan peristiwa ngangkat kuda yang tadi berlangsung, ha-ha-ha.. ini rekor banget dua kali ke Dusun C2, dua kali juga kita Nyaleps.



Wellcome Again Bukit Pading πŸ˜πŸ˜€πŸ˜‚πŸ˜˜

Kami ditemani rombongan warga dusun C2  saat menyusuri kebun sawit, dijalan ini kami menaiki motor. Jalan yang saat pertama kali saya kesini malah nekat menggunakan mobil. Wkwkwkwk jadi ingat  tragedi Nyaleps jilid satu. Lagihhhh.... Sampai di bukit pading dengan selamat kamipun langsung menentukan lokasi opening program. Sebelum memualai petualangan kita sempat ngobrol bersama warga dan Bapak Kepala Dusun C2 Pak Basori, tentang keberadaan air terjun ini.   Menurut pak Kadus ada sekitar tujuh spot air terjun hingga puncak. Setiap spotnya menyuguhkan pemandangan air terjun yang berbeda. Saya cukup dibuat penasaran dengan keberadaan tujuh spot air terjun yang diceritakan pak Kadus. Kebiasaan syuting  tanpa survey atau hunting ngaruh banget saat produksi, salah satunya tidak menguasai medan, tapi itu bukan alasan buat kita nggak bisa maksimal. asseeek Satu-satunya bukit yang ada di desa C2 Ini memang menjadi kawasan yang dijaga oleh warga dusun, tidak tahu pasti apakah keberadaannya diwilayah hutan lindung atau hutan milik desa. Maaf ini luput dari pertanyaan saya. Ketinggian bukit ini mencapai 200 meter, dan untuk sampai ke puncak kita membutuhkan waktu dua hingga delapan jam, tergantung kecepatan kita menaiki bukit, dan seberapa kuat waktu yang kita habiskan untuk beristirahat diperjalanan. Diarea bukit Pading juga terdapat beragam jenis hewan, kera, ular hingga ayam hutan banyak disini. Diperjalanan saya yang pertama kita sempat bertemu dengan kera yang sedang bergelantungan dipohon, sayang pada kunjungan kali ini kita tidak menemukannya kembali.



Menaklukan 7 Air Terjun (real mission)

Riuh air terjun sudah terdengar dari kejauhan, tiba dispot air terjun tingkat pertama kami langsung memulai syuting, ada Pengadeganan host bertemu Rombongan pak Kadus dilokasi ini.  Tidak terlalu curam tapi pemandangan air terjun  dispot pertama ini lumayan menarik. Menyusuri sedikit jalan yang menanjak dan berbukit  tibalah kami di air terjun  yang ke tiga. Air terjun yang kedua tidak dapat kami jangkau karena akses jalan yang bertebing dan licin. Di air terjun yang ketiga ini adalah tempat yang paling menarik buat saya.  Beberapa orang menyebut spot ini sebagai air terjun tingkat pertama, tapi pak Kadus bilang jika ini adalah air terjun ketiga. Entahlah mana yang benar yang terpenting bagi saya saat itu adalah lokasi air terjun ini begitu luar biasa mantaf.Tinggi air terjun ini sekitar lima meter, kedalaman airnya hampir sama bahkan ada yang bilang jika kedalamannya mencapai enam atau sekitar tujuh meter. Saat tiba disini saya belum memutuskan untuk berenang walau sebenarnya pengen banget buat berenang. Dilokasi ini kita kembali syuting, ada adegan berenang yang coba kami ambil disini, Reza saya paksa untuk terjun, dan memandu acara negeri Indonesia sekaligus mengenalkan keunikan dan keindahan dari air terjun bukit pading. Riuh air terjun yang kencang, dengan sungai bagian bawahnya yang menyerupai kolam pemandian, rupanya telah membuat Reza penasaran untuk berenang dan terjun disini. Hingga akhirnya proses syuting sekaligus berenang-nya Reza pun tiba. Take pertama dilokasi air terjun yang ketiga ini yaitu adegan Reza Loncat dari atas air terjun. Sayang, Echa belum ikutan berenang, yahhhh..Memang tidak ada disekenario. Sabar yahhh Echa.
Adegan Reza Loncat di air terjun yang ke-3

Usai mengunjungi tiga spot air terjun yang ada dibukit pading, petualangan  kami lanjutkan kembali. Sejauh ini, air terjun yang cukup bagus adalah air terjun yang ketiga, dua lainnya terlihat seperti alur sungai biasa, namun sedikit curam.Tidak lama kemudian kami tiba di air terjun yang ke empat, kami berhenti sejenak untuk mencari spot pengambilan gambar, rencananya Reza dan Echa akan On Screen disini.Tapi setelah melihat lokasi akhirnya kami memutuskan hanya mengambil adegan rombongan Pak Kadus dan host yang sedang berjalan melewati spot air terjun ke empat. Soalnya kita bingung eksplore potensi air terjun yang keempat ini. Secara view memang kalah jauh dibanding air terjun yang ketiga. Ketinggian air terjun ke empat ini sekitar dua meter. Menurut Pak Kadus ini adalah tempat dimana anak-anak dan keluarga biasa berenang. Dapat saya simpulkan, air terjun yang ke tiga tadi adalah spot untuk orang dewasa, dan yang keempat ini adalah untuk anak-anak. Memang tempatnya cocok banget untuk berenang anak-anak, sungainya tidak begitu dalam. Menurut Pak Kadus, banyak pengunjung yang datang kesini hanya sampai di air terjun ke tiga dan kempat saja. Mereka enggan naik menyusuri sungai untuk melihat air terjun selanjutnya.


Air Terjun Ke-4 Spot yang pas Untuk Keluarga
Menuju air terjun yang kelima kami mulai disuguhkan dengan rute yang menantang. Mungkin ini alasannya kenapa banyak pengunjung hanya puas berenang di air terjun tingkat  ke-tiga saja, karena tanjakan cinta yang ada diepan mata, begitu menggoda untuk tidak melanjutkan perjalanan. Rutenya terlihat seperti jalan setapak dengan jalurnya yang curam menaiki bukit. Perlu ekstra stamina untuk menaikinya.

Ada adegan Echa on screen di bagian tanjakan ini. Malesnya Adegan echa On Cam disini harus diulang, Mungkin proses menaiki bukit cukup menguras stamina dan konsentrasi Echa. Kitapun terpaksa retake Echa dua kali, sayang dan kasian aja rombongan pak kadus harus bulak balik naik turun sebagai cameo. hehehe maafkan kami Pak Kadus..


Perjalanan terpaksa kami hentikan, karena Kami harus mencari spot yang pas untuk mengambil gambar air terjun yang kelima, lagi-lagi akses yang sulit membuat saya dan Adul (kameraman) harus mencari solusi untuk menyiasati pengadeganannya.
setelah berfikir keras kami putuskan untuk tidak turun kealiran sungai yang mengarah langsung menuju air terjun ke-5. Sangat disayangkan sih, tapi pegimana lagihhh. Sebagai gantinya kami coba mencari lokasi lain untuk kami jadikan spot selanjutnya. Beruntung kami menemukan lokasi air sungai yang bagus, dan kami gunakan sebagai tempat adegan host dan rombongan beristirahat sejenak.



akses ke Air terjun Ke-5 harus lewatin batang pohon yang berujung di jurang
spot yang kami pilih untuk ngambil adegan istirahat
istirahat sejenak, nungguin dwi ngambil baterai
Perjalanan kami lanjutnya ke Air terjun yang ke enam, rutenya semakin terasa licin, beberapa jalan memang terendam oleh luapan air sungai bukit pading, tidak ada rute lain yang dapat kami pilih selain jalan ini. Sebagian besar medannya dipenuhi bebatuan dan ilalang yang tinggi. Dwi sang juru kemudi telah jauh meninggalkan kami di Air terjun yang keenam. Dan kami masih perlahan menaklukan jalan.

Pohon disepanjang jalan pun semakin rindang. Udara sejuk terasa dingin dan basah, semakin kami menaklukan jalan yang ada semakin Gemuruh air terjun-nya kuat terdengar.

On cam tentang keberadaan Pohon Pelawan, terbesar dan tertua yang ada di bukit pading
Hingga tibalah kami di air terjun yang keenam. Its so amazing, Ini adalah pemandangan air terjun yang terbaik dari air terjun yang ketiga atau air terjun-air terjun sebelumnya. Tingginya hampir tujuh meter, dan boleh jadi ini adalah air terjun tertinggi di bukit Pading, tapi sayang tidak ada aliran sungai menyerupai kolam dibawah air terjunnya. Saya pikir hanya satu itu saja kekurangannya. Kita hanya disuguhkan Pemandangan air terjun saja, Untuk mendekati air terjun ke enam ini kita harus menaiki Batang pohon yang cukup besar dan panjang. Semoga saja Batang pohon yang sama itu sudah tidak ada saat ini. Karena Aksesnya menjadi tidak mudah sodarahhh-sodarahhh. Reza dan Echa kami rencanakan on cam disini. Keduanya menjelaskan tentang keberadaan  dan keunikan  Air Terjunnya. Belum puas melihat-lihat dari jauh Reza kemudian menyusuri Batang pohon besar untuk mendekati posisi air terjun yang ke enam. Reaksinya nggak jauh beda, Its so amazing!!!!!!!.


Kami kembali melanjutkan perjalanan, Pak Kadus mengajak kami untuk melihat-lihat air terjun yang terakhir, yaitu air terjun yang ketujuh, jaraknya tidak terlalu jauh dari air terjun sebelumnya. Rute perjalanan cukup sulit, menanjak curam dan dipenuhi Batang pohon berukuran sedang. Di tengah perjalanan Kami melewati puncak air terjun yang keenam tadi, dari atas sini pemandangannya semakin Its so amazing,  pokoknya luar biasa.  Kita sempet foto-foto juga disini.
Air terjun ke-6
Puncak Air Terjun ke-6
Menit ke-3 dari video dibawah, menggambarkan proses Reza mendekati air terjun yang ke-6.


Tidak lama dari lokasi puncak air terjun ke-6, kita tiba di air terjun terakhir. Kondisinya jauh berbeda dengan air terjun sebelumnya, air terjun ke-7 ini menyuguhkan pemandangan sungai yang curam dengan alirannya yang lumayan panjang. Sebenarnya saya masih penasaran dengan hulu sungai bukit pading yang ada dipuncak. Tapi kondisi jalan tidak memungkinkan terlebih pak Kadus dan warga lainnya tidak merekomendasikan kami untuk melanjutkan perjalanan karena rute yang licin dan beresiko.Tidak mau mengambil resiko, perjalananpun kami sudahi di  air terjun terakhir ini. Echa dan Reza kami atur untuk bersiap on cam. Mereka akan melakukan adegan closing segmen. Tidak lama setelah itu kami kembali ke puncak air terjun ke-6 dan melakukan adegan clossing program.

On Cam DI Air Terjun Ke-7
Air Terjun ke-7


Akhirnya Nyemplung

Rasa penasaran akhirnya terobati. Selesai syuting kami pun turun ke air terjun ke tiga, dan berenang disana. Adul, dwi, echa dan saya bergantian nyemplung merasakan dinginnya air sungai bukit pading. Ada perasaan ngeri saat loncat dari air terjun ini. Pertama karena ini untuk pertama kalinya saya terjun di air terjun, kedua karena agak parno aja dengan kedalaman sungai dibawah sana. Tapi dengan bismillah dan tekad yang semakin mengeras sekuat baja saya pun loncat. Dan rasanya its so amazing.......lagihhh. Ingin berkali-kali loncat rasanya setelah loncatan yang pertama. Tapi nyemplung sekali saja sudah cukup sepertinya. Soalnya waktu sudah sore dan rombongan pak kadus sudah tidak sabar untuk pulang. Hampir lupa kalau kita nebeng dengan mereka.

Sekali lagi terimakasih kepada kepala dusun C2 Pak Basori dan rekan-rekan lainnya, yang telah mengantarkan kami, mengangkat mobil kuda kami dan menemani kami menyusuri keunikan bukit bading. Sepertinya Ini adalah Destinasi wisata alternatif saat bosan dengan wisata pantai. Suatu saat saya akan kembali dan menunaikan aksi loncatan yang kedua.

Comments

  1. Mantab mas/mbak artikelnya (y)

    jangan lupa kunjungi: http://pdaagar.com/

    Jl Danau Laut Tawar Blok F1 F15, Sawojajar, Malang, 65139

    CP: 0821.3211.1854 (SMS/TLP/WA) - Dita Himawan Sucipto

    BB: 57A423A1

    terimakasih..

    ReplyDelete
  2. Mantab mas/mbak artikelnya (y)

    jangan lupa kunjungi: http://pdaagar.com/

    Jl Danau Laut Tawar Blok F1 F15, Sawojajar, Malang, 65139

    CP: 0821.3211.1854 (SMS/TLP/WA) - Dita Himawan Sucipto

    BB: 57A423A1

    terimakasih..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih mas/mbak...
      Siap merapats

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

PULAU CELAGEN

THE KOLONG

Sebenernya ini bukan tempat wisata tapi entah kenapa media sosial berhasil menyulap lahan pasca tambang ini menjadi menarik dan mengundang penasaran banyak orang.
Orang Bangka manggilnya kolong, atau gubangan besar bekas aktifitas penambangan, belum tahu jenis tambang legal atau sebaliknya, lagian legal atau tidak legal disini sudah jadi hal yang biasa didengar..
Setau saya kawasan pasca tambang ini tergolong lahan kritis, atau lahan yang tidak produktif untuk ditanami jenis tanaman perkebunan, pertanian dan holtikultura. Akhir-akhir ini tidak jarang banyak orang pintar yang mencoba mngubah lahan pasca tambang  menjadi lahan subur dan produktif. Memang bukan keniscayaan, toh ada lahan pasca tambang yang sekarang menjadi kawasan agrowisata dipangkalpinang, terintegrasi dan menjadi subur. intinya-mah bisa kalau ada kemauan.
Letaknya di Desa Air Bara Kecamatan Air Gegas Kabupaten Bangka Selatan, banyak orang mengenalnya dengan sebutan air bara atau aik barre ada juga yang bilang air biru,…

EKSOTIKA PONGOK

Ini untuk kedua kalinya saya berkunjung menuju kecamatan kepulauan Pongok kabupaten Bangka selatan. Setelah pada Februari 2016 lalu saya juga sempat berkunjung ke kecamatan yang sama untuk melihat proses pembuatan ikan kering disentra ikan asin Desa Celagen.

Selain Desa Celagen kecamatan kepulauan Pongok memang memiliki satu Desa lainnya yaitu Desa Pongok, dari hampir 4000 jiwa warga Pongok 90 persennya berprofesi sebagai nelayan. Hasil laut memang menjadi kekayaan andalan dari Desa ini, tidak jauh berbeda dengan Desa Celagen. Jika kedatangan pertama saya ke kecamatan ini untuk mencari tahu potensi hasil lautnya, kali ini saya berniat untuk melihat potensi wisata bahari dan keindahan bawah laut dari Desa Pongok. Rasa penasaran akan keindahan kecamatan ini memang menjadi daya tarik yang saya simpan sejak kunjungan pertama ke Pulau ini, dan syukur Alhamdulillah bisa kesampaian. 

Di temani oleh kawan-kawan dari dinas kelautan dan perikanan Kabupaten Bangka selatan, perjalanan mengeksplorasi…